Penguatan Kapasitas SDM, Dinas Kesehatan Provinsi NTT Gelar Pelatihan Mid Level Manager Program Imunisasi
08 June 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan Pelatihan Mid Level Manager Program Imunisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan program imunisasi dan farmasi. Kegiatan ini melibatkan pengelola program dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan imunisasi yang aman, efektif, dan berkelanjutan. Pelatihan berlangsung selama tiga hari dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang memberikan materi teknis serta pendampingan langsung kepada peserta, sekaligus merespons capaian imunisasi yang masih belum memenuhi target nasional.
Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, salah satunya melalui penyelenggaraan Pelatihan Mid Level Manager Program Imunisasi. Kegiatan ini dirancang secara sistematis untuk menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berperan langsung dalam pelaksanaan program imunisasi di lapangan. Peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, serta Dinas Kesehatan Kota Kupang. Mereka terdiri dari pengelola program imunisasi dan farmasi yang memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan layanan yang berkualitas bagi masyarakat.
Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan berbasis praktik. Setiap sesi dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap konsep dasar hingga aspek teknis pengelolaan program imunisasi. Materi yang disampaikan mencakup manajemen rantai dingin, perencanaan kebutuhan vaksin, pengelolaan logistik farmasi, hingga strategi peningkatan cakupan imunisasi. Selain itu, peserta juga dibekali dengan keterampilan analisis data dan pemanfaatan informasi untuk pengambilan keputusan yang tepat di tingkat daerah.
Data terbaru menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) di Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam beberapa tahun terakhir masih belum mencapai target nasional. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTT, cakupan imunisasi dasar lengkap bayi tercatat sebesar 71,9% pada tahun 2023. Angka ini kemudian mengalami penurunan signifikan menjadi 43,5% pada tahun 2024. Pada tahun 2025, capaian kembali meningkat menjadi 63,2%, namun masih berada di bawah target nasional sebesar 80%. Fluktuasi ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam pelaksanaan program imunisasi, baik dari sisi layanan, logistik, maupun keterlibatan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi dasar kuat pelaksanaan pelatihan ini. Penguatan kapasitas pengelola program menjadi langkah penting untuk memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan imunisasi. Dengan kemampuan yang lebih baik, pengelola program diharapkan mampu mengidentifikasi akar masalah di wilayah masing-masing serta menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Ibu Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, MARS., Apt., selaku Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi, memberikan materi terkait penguatan sistem farmasi dalam mendukung program imunisasi. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya pengelolaan logistik yang efisien, akurat, dan sesuai standar untuk menjaga kualitas vaksin hingga sampai ke sasaran. Sementara itu, Ibu Indah Hartati dari Direktorat Imunisasi memberikan pemaparan mengenai strategi pelaksanaan program imunisasi yang efektif serta tantangan yang dihadapi di berbagai daerah. Peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mendapatkan pendampingan langsung melalui diskusi kelompok, studi kasus, simulasi dan praktek lapangan. Metode ini memastikan bahwa setiap peserta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam situasi nyata. Diskusi yang berlangsung aktif mendorong peserta untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi kendala di wilayah masing-masing, serta merumuskan solusi yang relevan dan dapat diterapkan secara langsung.
Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan menunjukkan komitmen dalam mengikuti kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan faktor kunci dalam meningkatkan cakupan imunisasi, terutama dalam kondisi capaian yang masih fluktuatif dan belum mencapai target. Beliau juga menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi dalam pelaksanaan program. Program imunisasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin, tetapi juga pada kualitas perencanaan, ketepatan distribusi, serta kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang aman dan meyakinkan masyarakat. Kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting yang harus dibangun melalui pelayanan yang profesional dan komunikasi yang efektif. Pelatihan ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi antara tingkat provinsi dan kabupaten atau kota. Dengan adanya kesamaan pemahaman dan pendekatan, diharapkan pelaksanaan program imunisasi di seluruh wilayah NTT dapat berjalan lebih terarah dan terintegrasi. Kolaborasi antar pengelola program menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, distribusi vaksin, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam mengelola program imunisasi dan farmasi secara profesional. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, kemampuan dalam menganalisis data dan menyusun perencanaan berbasis bukti akan mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Dinas Kesehatan Provinsi NTT menaruh harapan besar terhadap hasil dari pelatihan ini. Dengan SDM yang lebih kompeten dan terampil, program imunisasi diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan mampu meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap di seluruh wilayah. Hal ini menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Komitmen untuk terus memperkuat program imunisasi akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas seperti pelatihan ini. Dinas Kesehatan Provinsi NTT berupaya memastikan bahwa setiap tenaga kesehatan memiliki kemampuan yang memadai untuk menjalankan tugasnya secara profesional. Dengan demikian, kualitas layanan kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Pelatihan Mid Level Manager Program Imunisasi ini menjadi bukti nyata bahwa investasi pada sumber daya manusia merupakan strategi utama dalam pembangunan kesehatan. Dengan capaian imunisasi yang masih di bawah target nasional, langkah penguatan kapasitas seperti ini menjadi sangat penting dan mendesak untuk memastikan setiap anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapatkan perlindungan optimal melalui imunisasi lengkap.
by : Vidria Handayani Tae SKM, MMRS