PERKUAT BENTENG CEGAH KLB PD3I DAN STUNTING: DINKES NTT GELAR MONITORING DAN EVALUASI IMUNISASI RUTIN DI KABUPATEN

01 September 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Imunisasi Rutin untuk Antisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada 20 hingga 23 Agustus 2026. 

Kegiatan ini diawali dengan pelaporan diri dan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten TTS. Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, yang terdiri dari Maria F. Bukan, SKM, MKM dan Febriani Syafitri Lusia Lado, diterima langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Elisabeth Pah, SST., M.Kes, bersama Penanggung Jawab Program Imunisasi, Yeremia Julens Kasse, S.KM.  Pertemuan tersebut membahas gambaran umum capaian program imunisasi dasar lengkap (IDL), tantangan teknis logistik, serta kendala operasional yang dihadapi faskes di lapangan. Berdasarkan data pelaporan pada Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) hingga Juli 2026, Kabupaten TTS masih perlu mengejar target pada empat indikator utama, yaitu cakupan IDL, cakupan MR Bayi, serta cakupan Status T2+ pada Wanita Usia Subur (WUS) dan Ibu Hamil. 

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Supervisi Suportif dan peninjauan langsung di dua puskesmas yaitu Puskesmas Nulle dan Puskesmas Siso.  Di Puskesmas Nulle, tim mengamati tata kelola penyimpanan vaksin (cold chain) yang secara umum terjaga baik pada suhu aman (4,8 °C). Namun, tim memberikan sejumlah petunjuk teknis terkait pemisahan vaksin non-program (seperti Vaksin Anti Rabies/VAR) dari vaccine refrigerator imunisasi rutin, penataan vaksin sensitif beku di dekat evaporator, kecukupan safety box, serta pentingnya menghindari perilaku penutupan kembali jarum bekas (recaping) demi keselamatan petugas.

Sementara itu, di Puskesmas Siso, tim menemukan komitmen petugas yang aktif melakukan kegiatan pelacakan (sweeping) bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Pemantauan suhu cold chain tercatat aman pada suhu 4,6 °C. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada penyediaan fasilitas cuci tangan dengan air mengalir di ruang pelayanan, peningkatan ventilasi ruangan, konsistensi pencatatan suhu harian, kesesuaian jumlah pelarut dengan vial vaksin, serta optimasi pelaporan surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada Web Keamanan Vaksin.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan seluruh hambatan teknis dan logistik dapat segera ditindaklanjuti secara berjenjang oleh Dinas Kesehatan Kabupaten TTS maupun puskesmas setempat. Penguatan kapasitas pengelola imunisasi melalui pelatihan manajemen program, peningkatan kualitas pencatatan data pada ASIK, serta ketersediaan sarana pendukung menjadi kunci penting dalam menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). 

Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen pembangunan kesehatan dalam Dasa Cita ke-5 Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yakni "Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat, dan Bebas Stunting", serta mendukung secara penuh Misi ke-4 Astacita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan SDM unggul dan sehat bagi Indonesia Emas. 

#DinkesNTT #ImunisasiRutin #PD3I #CegahStunting #TTS #DasaCita #AyoBangunNTT

Oleh: Febriani Syafitri Lusia Lado