Penyelidikan Epidemiologi di Lembata, Langkah Evaluasi untuk Perkuat Respons Kesehatan
26 August 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT
LEMBATA – Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi/Pelacakan Kontak Penyakit Potensial KLB/Wabah, Termasuk Penyakit Infeksi Emerging Dan PD3I di Kabupaten Lembata pada 18–21 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas laporan kasus Diare Akut yang dilaporkan melalui Surveilans Berbasis Kejadian (Event-Based Surveillance/EBS). Penyelidikan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai perjalanan kasus, penanganan pasien, pelaksanaan surveilans dan pelaporan, serta berbagai faktor yang perlu menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bersama.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi NTT menugaskan Maria A.L. Kelen, SKM dan Matilda L. Sari, SKM untuk melakukan koordinasi dan penelusuran kasus bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata serta fasilitas pelayanan kesehatan terkait.
Setibanya di Kabupaten Lembata, tim melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata untuk memperoleh informasi awal terkait kejadian yang menjadi fokus penyelidikan. Selanjutnya, tim melakukan penelusuran dan koordinasi di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang terlibat dalam penanganan kasus, termasuk Puskesmas Autaqnapoq dan Puskesmas Balauring.
Kegiatan Penyelidikan Epidemiologi dilakukan melalui koordinasi, wawancara dengan petugas terkait, penelusuran kasus, serta telaah data dan dokumen pendukung. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kronologi kejadian, penanganan kasus, serta pelaksanaan surveilans dan pelaporan.
Berdasarkan data Indicator-Based Surveillance (IBS) Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kabupaten Lembata per 21 Agustus 2026, tercatat sebanyak 856 kasus Diare Akut. Sementara itu, melalui Event-Based Surveillance (EBS) SKDR Kabupaten Lembata, tercatat 54 kasus Diare Akut dengan 1 kematian.
Data tersebut menunjukkan bahwa Diare Akut masih menjadi salah satu penyakit yang memerlukan perhatian. Meskipun jumlah kasus yang tercatat melalui EBS tidak sebesar beberapa penyakit lainnya, adanya laporan kematian pada kasus Diare Akut menjadi dasar penting untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut melalui kegiatan Penyelidikan Epidemiologi. Hasil penelusuran diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini, surveilans, koordinasi, serta respons penanganan kasus di Kabupaten Lembata.
Dari hasil Penyelidikan Epidemiologi, tim memperoleh sejumlah temuan yang menjadi bahan evaluasi bersama. Penelusuran tidak hanya dilakukan untuk melihat kronologi kejadian dan perjalanan penanganan kasus, tetapi juga untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperkuat dalam sistem surveilans, pelaporan, koordinasi, dan respons terhadap kasus penyakit yang berpotensi menimbulkan kondisi berat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit, khususnya dalam penanganan dan pelaporan kasus ketika pasien memperoleh pelayanan kesehatan di luar wilayah domisili administratifnya.
Selain itu, hasil kegiatan menjadi bahan evaluasi terhadap kesiapan penanganan kasus kegawatdaruratan pada bayi dan anak. Penguatan mekanisme konsultasi, penanganan awal, rujukan, kesiapan sumber daya, serta pencatatan dan dokumentasi pelayanan menjadi bagian dari rekomendasi untuk mendukung proses evaluasi dan perbaikan sistem.
Tim juga merekomendasikan penguatan komunikasi risiko kepada masyarakat dan keluarga, khususnya mengenai tanda bahaya pada bayi dan anak yang mengalami diare. Keluarga diharapkan dapat segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami diare berulang, muntah, tidak mau minum, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
Ke depan, hasil Penyelidikan Epidemiologi ini akan menjadi bahan pembelajaran dan tindak lanjut bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata bersama fasilitas pelayanan kesehatan terkait. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini, surveilans, pelaporan, koordinasi, dan respons kesehatan terhadap kejadian penyakit yang berpotensi menimbulkan kondisi berat.
Melalui semangat kolaborasi dan evaluasi bersama, setiap temuan dari Penyelidikan Epidemiologi tidak berhenti sebagai catatan sebuah kejadian, tetapi menjadi pembelajaran untuk memperkuat sistem dan meningkatkan kesiapsiagaan ke depan. Dengan demikian, hasil evaluasi diharapkan dapat mendorong terwujudnya respons kesehatan yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk menciptakan derajat kesehatan dalam semangat Dasa Cita Gubernur NTT, Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat dan Bebas Stunting.
#DinkesNTT #Surveilans #PD3I #PIE #Diare #DinkesKabLembata #PuskesmasAutaqnapoq #PuskesmasBalauring #RSUDLewoleba #DasaCita #AyoBangunNTT
Oleh : Matilda L. Sari, SKM