DINAS KESEHATAN PROVINSI NTT KOLABORASI UNICEF MELAKUKAN PENINGKATAN KAPASITAS MANAJEMEN VAKSIN DAN PERENCANAAN MIKROPLANNING UNTUK PENGUATAN PROGRAM IMUNISASI POLIO DI KABUPATEN BELU
23 October 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT
Dinas Kesehatan Provinsi NTT berkolaborasi dengan UNICEF dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu melaksanakan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Vaksin dan Perencanaan Mikroplaning Untuk Penguatan Program Imunisasi Polio di Kabupaten Belu Tanggal 13-16 Oktober 2026. Dalam kegiatan peningkatan kapasitas materi yang disampaikan terkait Manajemen Rantai Dingin dan Logistik Imunisasi, Mikroplaning Program Imunisasi, Pelaksanaan Imunisasi dan Rekonsiliasi Data ASIK dan SMILE. Kegiatan diikuti oleh Penanggung Jawab Program Imunisasi, Penanggung Jawab Farmasi Pada Dinas Kesehatan Kabupaten, Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten Belu
Adapun latar belakang kegiatan yaitu imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Meskipun cakupan imunisasi rutin di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan perbaikan, namun masih terdapat kabupaten dan puskesmas dengan cakupan imunisasi dasar lengkap yang rendah serta angka drop out imunisasi Polio yang tinggi.
Anak yang tidak memperoleh imunisasi lengkap memiliki risiko lebih besar terkena penyakit seperti Polio, campak, difteri, pertusis, hepatitis B, dan penyakit lainnya yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Selain itu, masih terdapat anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi (zero-dose) maupun anak yang memulai imunisasi tetapi tidak menyelesaikan seluruh jadwal imunisasi.
Rendahnya cakupan imunisasi di Provinsi NTT berdasarkan data sampai bulan September 2026 dimana cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) baru mencapai 47,5% dari target 85%. Masih rendahnya cakupan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi masyarakat maupun pelayanan kesehatan. Faktor-faktor tersebut antara lain rendahnya pengetahuan orang tua mengenai manfaat imunisasi, kekhawatiran terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), kurangnya informasi mengenai jadwal Posyandu, keterbatasan akses pelayanan, serta Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola program imunisasi yang belum mendapatkan pelatihan maupun kegiatan peningkatan kapasitas terkait program imunisasi.
Kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan Dasa Cita NTT poin kelima, “Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat dan Bebas Stunting.” Dalam arah pembangunan tersebut, Posyandu ditempatkan sebagai pos komando pemberantasan stunting sekaligus pusat layanan kesehatan dasar. Karena itu, Pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan Posyandu, mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat upaya pencegahan dan penurunan stunting di masyarakat. Dengan dilakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas ini diharapkan terjadi peningkatan Cakupan Imunisasi yang tinggi dan merata serta Pencegahan terhadap Kasus KLB PD3I.
Melalui kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dan UNICEF, penguatan SDM kesehatan diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan dasar serta percepatan penurunan stunting di NTT.
#DinkesNTT #P2P #Surveilans #Imunisasi #P2PMKL #P2PTM #DasaCita #PosyanduTangguh #MasyarakatSehat #BebasStunting #AyoBangunNTT
( Oleh : Maria F. Bukan,SKM,MKM )