Cegah Ancaman KLB, Dinas Kesehatan Provinsi NTT Gerak Cepat Terbangkan Belasan Spesimen Suspek Penyakit Berbahaya ke Laboratorium Rujukan Nasional

23 October 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT

KUPANG, 22 Oktober 2026 – Dalam upaya membentengi masyarakat dari ancaman Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dan potensi Kejadian Luar Biasa (KLB), Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah cepat dan terukur. Sepanjang bulan Oktober 2026, kegiatan pengepakan dan pengiriman spesimen laboratorium diintensifkan secara terpusat di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi NTT yang berlokasi di Jalan Suprapto, Oebobo, Kota Kupang. Langkah krusial yang bersumber dari dana DPA-SKPD Dinas Kesehatan Provinsi NTT TA 2026 ini bertujuan untuk memastikan setiap kasus suspek mendapatkan konfirmasi laboratorium yang akurat, sehingga tindakan penanggulangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Tepat pada 22 Oktober 2026, Tim Surveilans PD3I memproses dan mengirimkan total 15 spesimen rujukan dari berbagai wilayah di NTT. Spesimen krusial tersebut meliputi 11 sampel suspek Campak yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan Kabupaten Sumba Tengah. Selain itu, terdapat 6 spesimen dari 3 kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP) atau Lumpuh Layu yang berasal dari Kota Kupang, Sumba Tengah, dan Manggarai Timur, serta 1 spesimen suspek Difteri dari Kabupaten Manggarai Timur. Seluruh sampel ini diberangkatkan menuju Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk pemeriksaan kasus Campak dan AFP, serta Laboratorium Biologi Kesehatan (Labbiokes) Jakarta untuk pengujian Difteri.

Proses pengepakan ini dilakukan dengan tingkat kehati-hatian tinggi, menerapkan standar rantai dingin (cold chain) menggunakan coolbox dan ice pack, serta mematuhi prosedur biosecurity dan keselamatan kerja yang ketat agar kualitas sampel tidak rusak. Untuk menjamin efisiensi pengiriman, Dinkes Provinsi NTT berkolaborasi dengan pihak ketiga, yakni JNE Kota Kupang. Sinergi ini memastikan seluruh spesimen dikirimkan secara cepat dan sepenuhnya memenuhi standar keamanan logistik medis hingga tiba di laboratorium rujukan.

Melalui pelaksanaan surveilans yang responsif dan pengiriman spesimen yang teratur ini, Dinas Kesehatan Provinsi NTT berkomitmen penuh dalam mengawal ketahanan kesehatan masyarakat, menekan risiko KLB, serta mewujudkan Provinsi NTT yang bebas dari ancaman penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Kegiatan  ini sesuai dengan poin penting dalam Dasa Cita Gubernur dan Wakil Gubernur NTT adalah Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat dan Bebas Stunting dengan mentransformasi fasilitas layanan kesehatan primer dan menguatkan cegah-tangkal penyakit menular di masyarakat. Penguatan surveilans PD3I seperti deteksi suspek Campak, Rubela, Difteri, hingga kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP/Lumpuh Layu) menjadi benteng utama dalam melindungi anak-anak dan generasi muda NTT dari ancaman kesakitan, kecacatan, maupun kematian akibat penyakit yang seharusnya dapat dicegah melalui imunisasi.

#DinkesNTT #Surveilans #PD3I #Imunisasi #DasaCita #PosyanduTangguh #MasyarakatSehat #BebasStunting #AyoBangunNTT